Pentingnya Memiliki “Resolusi”

“Tulisan ini asalnya draft dari tahun kemarin (2018), karena di rasa cukup bagus, akhirnya dilanjutkan lagi sampai bisa publish.. bismillah, ini dia”

Belajar dari banyak “kesia-siaan” di tahun 2017 kemarin, saya merasa bahwa diantara penyebab terbesarnya pada saat itu adalah kegagalan dalam membuat resolusi (target tahunan) yang jelas. Dibandingkan dengan tahun 2016 yang lalu, saya sama sekali tidak membuat resolusi tertulis apapun tahun kemarin.

2017 kebanyakan berlalu begitu saja hingga tanpa ada banyak hal yang bisa “di pajang” di blog, hingga tanpa terasa sudah masuk akhir tahun. Memang sempat terlibat di beberapa project menarik, tapi durasinya relatif masih singkat dan ada jeda kosong yang terlalu lama.

Berbeda dengan tahun 2016, dimana saya sempat membuat banyak sekali hal yang ingin dilakukan, menuliskannya sebagai resolusi (utamanya sebagai pengingat), dan berusaha menjalankan semuanya sebisa mungkin. Dari sini, saya belajar banyak sekali. Diantaranya yaitu, saya berhasil mencoret daftar teratas dari resolusi yang ingin dilakukan, atas izin Allah, dan berkat bantuan dari banyak pihak tentunya.

Yang lain adalah, saya belajar bahwa terkadang apa yang kita inginkan belum tentu adalah apa yang kita butuhkan. Ada beberapa resolusi yang ketika dijalani, ternyata tidak cocok atau tidak sesuai dengan ekspektasi, sehingga harus disesuaikan bahkan dihentikan.

Sedangkan untuk tahun 2018 ini, mungkin bisa dibilang agak terlambat untuk menyusun resolusi, yah paling tidak masih punya resolusi yang agak jelas. Dan lagi-lagi, ketika dijalani sepertinya ada yang tidak cocok, sehingga kali ini pun perlu menyesuaikan lagi. Tapi saya cukup senang, walaupun belum bisa mencapai pencapaian yang diharapkan, paling tidak sudah berproses untuk mencoba.

Dan juga beberapa hasil yang diluar dugaan pun terkadang muncul. Seperti misalnya ketika kemarin ditawari untuk tampil di Podcast Developer Muslim Episode 58, suatu prestasi tersendiri di samping menjadi momen yang menyenangkan plus membuka wawasan baru.

Selain tampil di podcast, saya juga terdaftar sebagai salah satu anggota pengembang BlankOn Linux edisi ke-12. Distribusi yang rencananya akan dirilis dengan nama kode “Verbeek” ini alhamdulillah mengijinkan saya untuk belajar berkontribusi sebagai tim pemaket aplikasi. Seperti apa hasilnya? Ditunggu saja ya…

Kurangi wacana, perbanyak karya dan usaha. Segera mulai saja, jangan berpikir terlalu rumit dan lama. Jangan takut gagal, di coba saja. Jadi itu lebih baik daripada sempurna. (2018, Ainan)

Author: AINAN ILMANDA SYAFA`AT

Muslim, narablog, pengguna linux, asli Surabaya. Seorang pekerja lepas (freelancer) yang kadang juga kerja serabutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *